Sumber: hitekno.com

Kesehatan mental menurut WHO didefinisikan sebagai keadaan dimana individu
merasa sejahtera. Dilansir dari halodoc.com kesehatan mental dipengaruhi oleh peristiwa
dalam kehidupan yang meninggalkan dampak yang besar pada peribadian dan perilaku
seseorang. Menurut psikologi kita.com kesehatan mental yang baik ditandai dengan
kemampuan individu untuk bekerja secara produktif dan bermanfaat di tempat kerja,
kemampuan individu mengetahui potensinya dan memaksimalkan potensi tersebut, dan
kemampuan individu untuk bekerja secara produktif dan bermanfaat di tempat kerja,
keluarga, komunitas dan di antara teman.
Menjaga kesehatan mental sangat penting untuk dilakukan karena berkaitan dengan
keberlangsungan hidup seseorang. Terlebih menjagai kesehatan mental pada remaja yang
memiliki emosi yang labil serta mengalami pubertas. Dalam hidup, kita memiliki masa
tertekan, takut dan sedih. Perasaan itu kadang hilang seiring dengan selesainya masalah,
namun kadang perasaan tersebut malah menjadi semakin serius dan memberikan dampak
pada kesehatan dan kegiatan sehari-hari.
Terdapat beberapa cara menjaga kesehatan mental pada remaja yang mungkin dapat
dilakukan seperti:

1. Menghargai dan menerima diri sendiri
Dengan cara menghargai dan menerima diri sendiri, kamu tidak akan mudah
untuk tertekan dan minder melihat orang lain. Setiap individu berbeda dan
memiliki keahlian dalam bidangnya masing-masing. Jangan mudah merasa
bahwa kamu tidak berguna dan mengalami kemunduran mental karena hal itu.
Kamu harus dapat menghargai dan menerima diri sendiri, menerima bahwa
kamu berbeda dari orang lain dan memiliki keahlian sendiri.
2. Aktif berkegiatan
Kamu dapat mencoba hal baru, bertemu dengan orang dan lingkungan baru
agar kamu dapat merasa dibutuhkan dan menjagi semakin berharga. Kamu
dapat mengambil peran penting dalam sebuah kelompok atau komunitas dan

mencoba menggali potensi di sana. Hal ini dapat membuat kepercayaan dirimu
naik dan meningkatkan energi positif dalam dirimu.
3. Membagi pada orang lain
Ketika ada masalah yang sedang kamu hadapi, dan rasanya tidak kuat untuk
disimpan sendiri, bagilah masalah itu pada orang lain seperti teman atau orang
tua. Dengan begitu kamu akan lebih lega dan tidak begitu tertekan. Kamu juga
dapat menerima solusi atas masalahmu dari orang lain sehingga kamu dapat
melihat masalah tersebut dari perspektif yang berbeda. Carilah orang yang
dapat diajak berbicara dan kamu percaya untuk berbagi masalah.
Kamu dapat menjaga kesehatan mental dengan melakukan hal-hal tersebut. Jangan
sampai kamu terkena gangguan mental dengan gejala kesehatan mental seperti delusi,
paranoia, atau halusinasi, ketakutan, kehilangan kemampuan untuk berkonsentrasi, dan
menarik diri dari orang dan kegiatan sehari-hari.
Terdapat beberapa hal yang menyebabkan gangguan pada kesehatan mental, di
antaranya adalah faktor genetik atau terdapat riwayat pengidap gangguan mental dalam
keluarga, mengalami kekerasan pada anak atau riwayat kekerasan pada anak-anak,
mengalami kerugian sosial, kekerasan dalam rumah tangga dan pengalami pelecehan.
Remaja sangat rentan untuk mendapatkan perlakuan yang kasar dari lingkungannya,
terutama dari orang tua yang tidak terlalu peduli dengan kesehatan mental anaknya. Selain itu
perlakukan dari teman sebaya yang sering dengan mudahnya melempar kata-kata yang
menyakitkan perasaan dan melakukan pembullyan terhadap teman lainnya. Sebaiknya kamu
menghindari orang atau teman dengan sikap bully seperti itu agar kesehatan mentalmu dapat
terjaga. Pilihlah teman-teman yang dapat menerima dan menghargai dirimu. Jangan lupa
untuk selalu melakukan aktivitas positif dan berusaha untuk selalu berada di lingkungan yang
positif agar kamu terhindar dari hal-hal buruk yang merusak mental.
Jika kamu memiliki masalah dan tidak memiliki teman untuk bercerita, mungkin
kamu dapat mengunjungi guru konseling di sekolah dan menceritakan masalahmu, atau kamu
dapat mengunjungi klinik dan layanan psikolog lainnya untuk bercerita agar masalahmu
cepat selesai. Dengan begitu kamu dapat menjaga kesehatan mental dirimu.